Tampilkan postingan dengan label Materi Pramuka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Pramuka. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 April 2011

Menaksir

Penaksiran adalah proses mengetahui sejumlah hal di alam melalui Panca indera, anggota tubuh, dan bantuan alat yang minimal.

Untuk mempermudah penaksiran, sebaiknya kita mengetahui sebanyak mungkin segala sesuatu pada tubuh yang dapat dijadikan standar pengukuran, seperti :

  1. Panjang rentang tangan.
  2. Panjang jengkal jari.Lebar langkah kaki.
  3. Panjang telapak kaki.
  4. Tinggi badan.
  5. Kecepatan jalan.
  6. Setengah lari.
  7. Lari.
  8. Berat badan.

Perlu juga mengetahui ukuran Benda-benda yang dibawa dalam perjalanan, seperti :


  1. Ukuran syal.
  2. Sabuk.
  3. Tongkat.
  4. Tas.
Dan benda-benda lain yang dapat dijadikan standar, seperti :


  • Jarak tiang listrik, jarak tanam pohon karet selain itu pengalaman dan pemikiran yang kreatif dan mau berpikir dua kali dari sudur pandang yang berbeda akan sangat membantu dan memudahkan untuk mendapat hasil yang akurat.




Menaksir Lebar Dengan Menggunakan Topi

Menaksir lebar dengan menggunakan topi ? Mana bisa ?
Ini dia kelebihan ikut organisasi Pramuka , kita mendapat ilmu pelajaran yang dapat diterapkan di lingkungan.

Langkah-langkah :
Lihat ujung sungai yang ingin ditaksir dgn menggunakan ujung topi pet.
Beri tanda didalam pikiran kita itu titik A.
Setelah di perhatikan , perlahan-lahan kita menghadap kekanan.
Dan perhatikan lagi ujung Topi pet dan beri tanda dalam pikiran kita titik B.
Dan beri tanda dimana lokasi ujung Topi pet.
Dan mulailah berjalan dari posisi kita ke titik B.

Catatan:
Setiap 2 langkah biasa 1 meter.

Menaksir Dalam Sungai

Di daerah hulu di daerah penampang cenderung berbentuk dan bagian tengahnya lebih dalam dari bagian tengahnya, maka pengukuran sukar dilakukan.
Cara mengukur kedalamannya adalah :


  1. Ambil galah yang cukup panjang.
  2. Masukkan galah tersebut ke dalam sungai, usahakan galah tegak lurus terhadap permukaan sungai.
  3. Usahakan pengukuran dilakukan pada bagian tengah sungai.
  4. Lakukan pengukuran di beberapa tempat.\


Menaksir Kecepatan Arus Sungai

Langkah-langkahnya :




  1. Letakkan benda terapung di titik O (benda akan hanyut).
  2. Setelah sekitar 15 menit (titik A), mulailah berjalan mengikuti benda tadi, sambil menghitung waktu hingga sampai di B (bertepatan dengan posisi benda X).
  3. Ukur jarak AB.
  4. Kecepatan arus sungai = jarak AB / waktu.


Penaksiran Waktu

Untuk menaksir waktu dapat digunakan Naismith’s Rule (aturan Naismith). Cara tersebut merupakan cara klasik dalam memperkirakan waktu tempuh. Menurut aturan ini, kecepatan rata-rata ornag berjalan di medan horizontal adalah adalah 5 km/jam dan setiap kenaikan 300 meter ditamabah 0,5 jam. Untuk kecepatan turun digunakan rumus : setiap penurunan 300 meter, waktu tempuhnya 5 km/jam ditambah 10 menit. Perhitungan ini berlaku untuk medan yang tidak bersemak, selain itu, waktu tempuh akan bervariasi bergantung pada hal-hal, seperti : keadaan fisik, beban yang dibawa, keadaan lintasan (berpasir, tanah keras, bersalju, dll.),kondisi cuaca.


Penaksiran Cuaca

Seorang pendaki gunung harus dapat membaca tanda-tanda cuaca, diantaranya:


  • Merah pada waktu malam hari, penanda cuaca baik.
  • Merah pada waktu pagi, penanda akan turun hujan.
  • Kuning pucat pada waktu matahari terbenam, penanda akan turun hujan.
  • Embun dan kabut pada pagi-pagi benar, penanda cuaca bagus.
  • Kalau matahari terbit dari awan yang tinggi, penanda angin.
  • Dari bentuk-bentuk awan.



Penaksir Cuaca dari Sikap Binatang


  • Laba-laba membuat sarang siang hari merupakan pertanda cuaca cerah
  • Kodok ribut merupakan pertanda akan hujan.
  • Kambing mengembik ribut merupakan pertanda cuaca akan buruk.

Simpul Pramuka

Salam Pramuka !!!
Simpul berbahan dasar dari tali pramuka. Tali ini digunakan untuk banyak hal, diantaranya :

  • Mengikat tiang
  • Menyambungkan tali
  • Untuk menarik dan mengangkat benda yang berbobot
  • Sebagai dasar dalam mendirikan tenda perkemahan

Di Pramuka juga mempunyai Ikatan-ikatan tali yang disebut SIMPUL , Simpul adalah hubungan tali dengan tali yang lain.
Diantaranya :
1. Simpul ujung tali
  • Gunanya agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas

2. Simpul mati
  • Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin

3. Simpul anyam
  • Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering

4. Simpul anyam berganda
  • Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan basah

5. Simpul erat
  • Gunanya untuk memendekkan tali tanpa pemotongan

6. Simpul kembar
  • Gunanya untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin

7. Simpul kursi
  • Gunanya untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan

8. Simpul penarik
  • Gunanya untuk menarik benda yang cukup besar

9. Simpul laso

  • Gunanya untuk mengikat benda yang berbentuk lingkaran.

10. Ikatan pangkal
  • Gunanya untuk mengikatkan tali pada kayu atau tiang, akan tetapi ikatan pangkal ini dapat juga digunakan untuk memulai suatu ikatan.

11. Ikatan tiang
  • Gunanya untuk mengikat sesuatu sehingga yang diikat masih dapat bergerak leluasa misalnya untuk mengikat leher binatang supaya tidak tercekik.

12. Ikatan jangkar

  • Gunanya untuk mengikat jangkar atau benda lainnya yang berbentuk ring.


13. Ikatan tambat
  • Gunanya untuk menambatkan tali pada sesuatu tiang/kayu dengan erat, akan tetapi mudah untuk melepaskannya kembali. Ikatan tambat ini juga dipergunakan untuk menyeret balik dan bahkan ada juga dipergunakan untuk memulai suatu ikatan.

14. Ikatan tarik
  • Gunanya untuk menambatkan tali pengikat binatang pada suatu tiang, kemudian mudah untuk membukanya kembali. Dapat juga untuk turun ke jurang atau pohon.


15. Ikatan turki
  • Gunanya untuk mengikat sapu lidi setangan leher